Sholawat nariyah, bacaan yang punya tendensi syirik dalam Istighosah

Dalam istighosah terdapat bacaan sholawat nariyah yang menurut beberapa ulama merupakan bacaan sholawat yang syirik. Sayangnya umat Islam kebanyakan hanya bisa ikut-ikutan saja tanpa merasa perlu untuk mencari tahu tentang apa itu istighosah, apakah pernah di ajarkan oleh Rasulullah SAW, apakah yang di baca dalam istighosah serta apakah arti dari bacaan-bacaan tersebut.

Ingat tidak berarti semua yang di kerjakan oleh kebanyakan orang berarti adalah yang benar. Bahkan dahulu Rasulullah SAW berdakwah hanya dengan segelintir orang saja berhadapan dengan kaum kafir jahiliyah.

Jadi jangan ikut-ikutan dan tetaplah bertabayyun (mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya). Kalau dulu belum ada internet, umat belajar dari gurunya. Ketika belajar dia tidak punya sumber lainnya (mungkin punya sumber tapi minim) karena sulitnya mendapatkan buku-buku tentang Islam. Jaman sekarang sudah beda, anda bisa cari info di internet dengan mudah. Carilah sumber yang bisa di percaya di internet, jangan malas membaca artikel tentang Islam.

Ragu sholawat nariyah adalah syirik

Jika anda yakin sholawat nariyah tidak syirik maka sebaiknya anda cari terlebih dahulu info akan kebenarannya dan beserta dalil-dalil yang mengatakan sholawat nariyah tidak merupakan perbuatan syirik. Jika anda tidak berhasil menemukan dalil-dalil yang kuat, maka sebaiknya anda tinggalkan keraguan anda.

Sebagaimana hadits berikut :

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ وَمَنْ وَقَعَ فِى الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِى الْحَرَامِ كَالرَّاعِى يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ

Sesungguhnya yang halal itu jelas, sebagaimana yang haram pun jelas. Di antara keduanya terdapat perkara syubhat -yang masih samar- yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Barangsiapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka ia bisa terjatuh pada perkara haram. Sebagaimana ada pengembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanah larangan yang hampir menjerumuskannya. Ketahuilah, setiap raja memiliki tanah larangan dan tanah larangan Allah di bumi ini adalah perkara-perkara yang diharamkan-Nya.” (HR. Bukhari no. 2051 dan Muslim no. 1599)

Syirik adalah dosa besar

Syirik merupakan dosa paling besar, kezaliman yang paling zalim, dosa yang tidak akan diampuni Allah, dan pelakunya diharamkan masuk surga serta seluruh amal yang pernah dilakukannya selama di dunia akan hangus dan sia-sia. Oleh sebab itu mengenal hakikat syirik dan bahayanya adalah perkara yang sangat penting.

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia akan mengampuni dosa di bawah tingkatan syirik bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. (QS. An Nisaa’ : 48, 116).

Allah ta’ala berfirman yang artinya,

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dari kalangan ahli kitab dan orang-orang musyrik berada di dalam neraka Jahannam dan kekal di dalamnya, mereka itulah sejelek-jelek ciptaan. (QS. Al Bayyinah : 6).

Jadi apabila seseorang mengerjakan sholawat nariyah, dan apabila sholawat nariyah tersebut adalah termasuk perbuatan syirik maka dampaknya akan sangat mengerikan sekali bagi masa depan orang tersebut di akhirat nanti.

Jadi menurut saya lebih baik ambil jalan yang aman saja. Jika merasa ragu dengan sholawat nariyah, maka tinggalkan saja mengingat resikonya yang besar. Dan seandainya sholawat nariyah bisa di benarkan insya Allah itu termasuk bid’ad karena tidak pernah di ajarkan oleh Rasulullah SAW.

 

Ok, silahkan simak artikel berikut yang saya catut dari http://www.konsultasisyariah.com/mengapa-shalawat-nariyah-dilarang/

Jika orang yang mengamalkan shalawat nariyah bersedia untuk merenung sejenak – berfikir sejenak saja dengan akal sehatnya – dia akan bisa menyimpulkan hal yang aneh mengenai shalawat nariyah.video kajian aqidah ahlussunnah

Pertama, semua manusia yang bisa membaca telah sepakat bahwa shalawat nariyah tidak pernah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sahabat, tabiin, tabi’ tabiin, para ulama imam madzhab, maupun para ulama ahlus sunah yang menjadi sumber rujukan. Kita sendiri tidak tahu, kapan pertama kali shalawat ini diajarkan. Yang jelas, shalawat ini dicetak dalam buku karya Al-Barzanji yang banyak tersebar di tanah air.

Nah.., jika deretan manusia shaleh yang menjadi sumber rujukan ibadah tidak pernah mengenal shalawat ini, bagaimana mungkin ada embel-embel fadhilah & keutamaannya. Dari mana sumber fadhilah yang disebutkan? Amalannya saja tidak pernah dikenal di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat, bagaimana mungkin ada fadilahnya??

Ini jika mereka bersedia untuk berfikir.

Kedua, beberapa orang ketika diingatkan bahwa shalawat nariyah tidak pernah dikenal dalam islam, dia berontak dan berusaha membela. Bila perlu harus menumpahkan darah, demi shalawat nariyah.

Jika orang ini bersedia untuk berfikir dan merenung, seharunya dia malu dengan tindakannya.

Saya ulangi, mereka yang membela shalawat nariyah, yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa shalawat nariyah tidak pernah dikenal oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Lantas mengapa harus dibela-bela?

Jika dia membela kalimat laa ilaaha illallah, dan memusuhi orang yang melarang membaca kalimat tauhid itu, ini perjuangan yang bernilai pahala. Karena kalimat tauhid adalah pembeda antara muslim dan kafir.

Tapi membela shalawat nariyah, apanya yang mau dibela? Apakah ini menjadi pembeda antara muslim dan kafir? Atau pembeda antara pengikut Nabi dan musuh Nabi?

Apakah dengan tidak membaca shalawat nariyah orang jadi berdosa? Apakah meninggalkan shalawat nariyah akan masuk neraka?

Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat tidak pernah mengenalnya dan tidak pernah mengamalkannya? Bukankah shalawat nariyah tidak pernah dikenal dalam islam?

Ini jika dia bersedia untuk berfikir.

Ketiga, jika kita perhatikan, dalam shalawat nariyah terdapat beberapa bait yang maknanya sangat berbahaya. Pengkultusan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semua kaum muslimin menghormati dan mencintai beliau. Namun apapun alasannya, sikap kultus kepada manusia siapapun, tidak pernah dibenarkan dalam islam.

Allah ingatkan status Rasul-Nya kepada umat manusia, bahwa sekalipun beliau seorang nabi & rasul, beliau sama sekali tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan.

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa memberikan manfaat bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. dan Sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al-A’raf: 188).

Kita perhatikan, Allah sampaikan bahwa Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia biasa, seperti umumnya manusia. Semua sifat manusia ada pada dirinya, sehingga sama sekali tidak memiliki kemampuan di luar batas yang dimiliki manusia. Beliau tidak bisa mendatangkan rizki, tidak mampu menolak musibah dan balak, selain apa yang dikehendaki Allah. Beliau juga tidak bisa mengetahui hal yang ghaib, selain apa yang Allah wahyukan. Hanya saja, beliau adalah seorang uturan, basyir wa nadzir, yang bertugas menjelaskan syariat. Sehingga beliau wajib ditaati sepenuhnya.

Dalam shalawat nariyah, terdapat kalimat pengkultusan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang itu bertentangan dengan kenyataan di atas.

Lafadz tersebut adalah:

تـُــنْحَلُ بِهِ العُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الحَوَائِجُ وَ تُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ

Rincian:

(تنحل به العقد)

: Segala ikatan dan kesulitan bisa lepas karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

(وتنفرج به الكرب)

: Segala bencana bisa tersingkap dengan adanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

(وتقضى به الحوائج)

: Segala kebutuhan bisa terkabulkan karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

(وتنال به الرغائب)

: Segala keinginan bisa didapatkan dengan adanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam

Empat kalimat di atas merupakan pujian yang ditujukan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika kita perhatikan, empat kemampuan di atas merupakan kemampuan yang hanya dimiliki oleh Allah dan tidak dimiliki oleh makhluk-Nya siapa pun orangnya. Karena yang bisa menghilangkan kesulitan, menghilangkan bencana, memenuhi kebutuhan, dan mengabulkan keinginan serta doa, hanyalah Allah. Seorang Nabi atau bahkan para malaikat sekalipun, tidak memiliki kemampuan dalam hal ini.

Seorang guru qiraah memberikan pengumuman kepada para muridnya:

“Siapa yang membuat lagu qiraah SELAIN yang saya ajarkan, saya TIDAK akan memberikan nilai, apapun bentuk lagu qiraah itu. Dan jika lagu qiraah yang baru itu fals, gak enak didengar, akan didenda 100 juta.”

Kira-kira, apa yang akan dilakukan oleh siswa. Dari pada gitu, mending ikutin aja lagu qiraah yang diajarkan guru.

Orang yang mengamalkan shalawat nariyah, apa bisa dia harapkan dari amal ini? Mengharapkan pahala? Pahala dari mana, sementara tidak pernah ada janji pahala, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabat sendiri tidak pernah mengenalnya?

Terlebih dalam shalawat nariyah terdapat kalimat yang membahayakan secara aqidah.

Itu sedikit renungan, jika mereka mau berfikir.

Sumber : http://www.konsultasisyariah.com/mengapa-shalawat-nariyah-dilarang/

Tips memilih akasesoris bros untuk hijab

Pada perkembangan jaman yang semakin modern banyak dari kalangan jilbaber yang berlomba-lomba memiliki tampilan modis dan sempurna. Beberapa bahan yang turut mendukung penampilan berjilbab anda antara lain bisa dilihat dari pemilihan jilbab dan busana itu sendiri, selain itu aksesoris juga turut mendukung penampilan terlihat cantik dan trendy. Aksesoris adalah hiasan yang biasa digunakan para wanita. Tetapi untuk kali ini kita kan membahas lebih mendalam tentang aksesoris jilbab.

Berbagai aksesoris jilbab yang sering dipakai biasanya aksesoris bros, peniti atau pentul dan bando. Namun yang paling banyak dipilih semua kalangan wanita adalah bros karena biasanya akan menghasilkan tampilan yang indah dan cantik ketika dipakai.

Aksesoris jilbab memang dapat menunjang segala penampilan anda namun tahukan anda kalau pemilihan aksesoris jilbab juga harus tepat dan sesuai dengan kebutuhan karena apabila kita salah menentukan pilihan dalam fashion maka akan berpengaruh besar terhadap penampilan anda sendiri. Sehingga bukanlah tampilan anggun dan cantik yang kita peroleh melainkan bisa jadi terkesan norak bahkan tidak sesuai. Untuk itu saya akan memberikan tips-tips menarik bagaimana cara tepat memilih aksesori jilbab yang sesuai.

Aksesoris dengan jarum tajam. Pilihlah bros, peniti atau jarum yang tajam. Bagian ujung dari bros atau peniti yang tajam tentu akan memudahkan anda dalam pemakaian. Namun jika aksesoris yang anda gunakan sudah tumpul itu akan merusak atau membuat jilbab anda menjadi sobek ketika di tusukkan.

Memilih aksesoris berdasarkan tema dan kegunaan. Pintar-pintarlah memilih akssesoris yang sesuai dengan tema pakaian yang sedang anda gunakan. Seperti apabila anda ingin berpergian ke pesta bisa anda pilih jenis aksesoris yang cukup mewah atau besar. Tetapi ingat tetap harus disesuaikan kembali dengan jenis jilbab yang digunakan yaa..

Ukuran aksesoris. Perhatikan ukuran bros yang tepat. Seperti untuk pemakaian bros yang berukuran besar, jangan dipakai pada bagian atas kepala namun dapat anda pakai dibahu. Sedangkan untuk bros yang berukuran kecil, pilihlah model yang berkilau dan simple.

Sesuaikan dengan usia. Sesuaikan dari usia. Bagi anda yang berusia diatas 25 tahun. Sebaiknya tidak memilih aksesoris yang terlalu menabrak warna. Warna yang netral adalah pilihan cocok bagi anda. Sedangkan di atas usia 40 tahun, sebaiknya anda memilih aksesoris berbahan metal. namun harus diingat, jangan sampai anda menggunakan akssoris yang terlalu mewah.

Aksesoris sesuai jilbab. Perhatikan juga bentuk dari model jilbab. Pada jaman yang semakin modern ini banyak sekali produsen jilbab bahkan aksesoris yang menawarkan berbagai model aksesoris untuk masing-masing jilbab. Sehingga pemilihan yang tepat dan sesuai sangatlah diperlukan pada bagian ini.

Kombinasi warna. Jangan takut bermain dengan warna. Untuk cara yag satu ini sebaiknya anda pilih warna antara jilbab dan aksesoris yang berbeda. Karena apabila anda memilih kedua warna yang sama, tentu hal tersebut sama saja menutupi kecantikan dari akesesoris, terlebih lagi jika anda menggunakan aksesoris yang berukuran kecil.

Sesuaikan tempat dan waktu
Sesuaikan pemakaian pada tempat dan waktu yang sesuai. Jika anda ingin menggunakan aksesoris jilbab sebaiknya sesuaikan terlebih dahulu dengan tempat dan waktu. Karena apabila anda menggunakan aksesoris di waktu yang tidak sesuai bisa jadi anda akan dikatakan salah kostum.

Perhatikan corak jilbab. Pemilihan aksesoris yang tepat sebaiknya anda perhatikan pula corak dari jilbab tersebut. Jika jilbab yang anda pakai bermotif polos, maka sebaiknya memilih aksesoris jilbab yang sedikit beragam seperti dengan aksen bunga, atau mungkin dengan aksesoris yang terkesan rame. Tetapi sebaliknya apabila jilbab yang anda gunakan sudah bermotif, lebih baik memilih aksesoris yang sederhana.

Aksesoris awet dipakai. Perhatikan kualitas dari aksesoris yang akan anda beli. Untuk bros yang berkualitas biasanya akan lebih awet dan dapat di pakai dalam jangka waktu lama.

sumber : http://bros.tokoonlinegrosir.com/

Bros Juntai cantik kutubaru part 1 584.2016